Hearty Service Recovery showcase utama

Special Book Feature

Hearty Service Recovery

Seni dan Strategi Memulihkan Kepercayaan

Ada masa ketika sebuah organisasi tidak sedang kekurangan strategi, melainkan kehilangan kepercayaan. Di titik itu, keputusan yang diambil bukan lagi soal tampil meyakinkan di depan publik, tetapi soal apakah organisasi mampu kembali hadir dengan kejujuran, tanggung jawab, dan arah yang jelas.

Halaman ini dibuat untuk membawa pembaca masuk ke suasana buku ini secara perlahan. Bukan untuk terburu-buru menjual, tetapi untuk membantu Anda merasakan mengapa tema trust recovery begitu penting, dan mengapa buku ini layak dibaca sampai tuntas.

Penulis

A. S. Mayangsari

Akses

Premium Access

Format

Reader Online

Tentang Buku Ini

Kepercayaan dapat dibangun dalam waktu bertahun-tahun, tetapi dapat hilang hanya dalam hitungan hari.

Melalui buku ini, A. S. Mayangsari mengajak pembaca memahami bagaimana kepercayaan yang telah terluka dapat dipulihkan kembali. Berangkat dari pengalaman lapangan dan penelitian akademik, buku ini menunjukkan bahwa tidak semua distrust lahir dari penyebab yang sama, sehingga tidak semua dapat dipulihkan dengan cara yang sama.

Hearty Service Recovery visual kedua

Mengapa Buku Ini Penting

Ketika kepercayaan retak, yang perlu dipulihkan bukan hanya citra, tetapi hubungan yang menjadi fondasinya.

Buku ini hadir untuk membantu pembaca melihat krisis dengan lebih jernih: mendengar lebih dalam, mengenali akar masalah, lalu membangun kembali kepercayaan melalui kejujuran, empati, tanggung jawab, dan konsistensi. Karena pada akhirnya, trust recovery bukan sekadar memperbaiki reputasi, melainkan memperbaiki relasi.

Hearty Service Recovery visual ketiga

Sinopsis Buku

Hearty Service Recovery mengajak pembaca memahami bagaimana kepercayaan yang retak dapat dipulihkan dengan jujur, terarah, dan manusiawi.

Kepercayaan bisa dibangun dalam waktu bertahun-tahun, lalu retak hanya karena satu peristiwa. Saat itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi, tetapi juga hubungan yang selama ini menjadi fondasinya.

Melalui pengalaman lapangan dan riset akademik, A. S. Mayangsari mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua distrust lahir dari sebab yang sama. Karena itu, cara memulihkannya pun tidak bisa disamaratakan.

Dengan TRUST Framework, studi kasus nyata, dan refleksi kepemimpinan, buku ini membantu pembaca melihat bagaimana kepercayaan dapat dibangun kembali melalui kejujuran, empati, tanggung jawab, dan konsistensi.

Pada akhirnya, trust recovery bukan sekadar memperbaiki citra. Ia adalah upaya memperbaiki relasi agar organisasi bisa bangkit dengan kepercayaan yang lebih kuat dari sebelumnya.

check_circle Berangkat dari pengalaman lebih dari dua dekade sebagai trainer, konsultan, dan praktisi pengembangan SDM.
check_circle Didukung penelitian doktoral tentang distrust dan trust recovery.
check_circle Membahas organisasi publik, sosial, dan dunia bisnis.
check_circle Dilengkapi TRUST Framework dan Trust Recovery Toolkit.

Saat Kepercayaan Retak

Bukan sekadar reputasi yang terganggu, tetapi relasi yang ikut goyah.

Kepercayaan dibangun dalam waktu bertahun-tahun, tetapi dapat hilang hanya dalam hitungan hari. Sebuah kecelakaan, kasus korupsi, kebocoran data, keputusan yang dianggap tidak adil, atau pelayanan yang mengecewakan dapat menjadi titik balik yang mengubah kepercayaan menjadi keraguan. Apa yang selama bertahun-tahun dirawat dengan kesungguhan dapat retak hanya karena satu peristiwa.

Yang Dipertaruhkan

Ketika trust hilang, organisasi tidak hanya kehilangan citra.

Yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi organisasi, melainkan hubungan yang selama ini menjadi fondasi kepercayaan itu sendiri. Banyak organisasi tergoda untuk bergerak cepat memperbaiki tampilan luar, padahal yang sesungguhnya perlu disembuhkan adalah relasi yang telah terluka.

Arah Buku Ini

Buku ini mengajak pembaca masuk lebih dalam, bukan hanya mencari jawaban instan.

Berangkat dari pengalaman lebih dari dua dekade sebagai trainer, konsultan, dan praktisi pengembangan sumber daya manusia, A.S. Mayangsari mengajak pembaca memahami salah satu tantangan terbesar yang dihadapi organisasi masa kini: bagaimana memulihkan kepercayaan yang telah terluka.

Sebuah Ajakan untuk Melihat Lebih Jernih

Dalam banyak situasi, krisis tidak hanya membuat organisasi defensif. Ia juga membuat orang-orang di dalamnya kehilangan bahasa untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kepercayaan yang retak sering kali ditanggapi dengan pernyataan formal, kampanye citra, atau penyesuaian teknis. Padahal luka yang muncul sering kali lebih dalam dari itu.

Buku ini tidak datang dengan nada menggurui. Ia lebih terasa seperti seseorang yang mengajak kita duduk, melihat persoalan dengan jujur, lalu bertanya: apa yang sebenarnya rusak, siapa yang terdampak, dan langkah apa yang layak dilakukan agar kepercayaan tidak sekadar tampak kembali, tetapi benar-benar pulih?

Mengapa Buku Ini Berbeda

Buku ini merupakan perpaduan unik antara pengalaman lapangan dan penelitian akademik. Sebagian besar gagasannya lahir dari penelitian doktoral mengenai distrust dan trust recovery yang kemudian berkembang menjadi publikasi ilmiah pada jurnal Scopus top tier, di bawah bimbingan Prof. Reinhard Bachmann dari SOAS University of London, salah satu pakar trust terkemuka di dunia.

Melalui kajian lintas sektor yang mencakup organisasi publik, organisasi sosial, dan dunia bisnis, buku ini menunjukkan bahwa tidak semua distrust lahir dari penyebab yang sama, sehingga tidak semua dapat dipulihkan dengan cara yang sama.

Materi ini disusun untuk pembaca yang ingin hasil belajar yang lebih cepat diterapkan, bukan sekadar selesai dibaca. Fokusnya ada pada insight praktis, ritme belajar yang rapi, dan pengalaman membaca yang tetap premium.

Nada Buku Ini

Tenang, reflektif, dan relevan untuk realitas organisasi. Bukan sekadar kumpulan teori, dan bukan pula motivasi yang terlalu ringan. Buku ini mengajak pembaca berpikir, merasa, lalu bertindak dengan lebih bertanggung jawab.

Yang Akan Anda Pelajari

check_circle

Memahami dinamika hilangnya kepercayaan dalam organisasi

check_circle

Mengenal TRUST Framework untuk memulihkan kepercayaan

check_circle

Belajar dari studi kasus lintas sektor dan refleksi kepemimpinan

Buku Ini Cocok untuk Siapa

Pemimpin organisasi yang sedang menghadapi penurunan kepercayaan dari publik, tim, atau mitra.

Praktisi layanan, HR, dan komunikasi yang perlu memulihkan hubungan setelah krisis.

Konsultan, fasilitator, dan pengajar yang ingin membahas trust recovery dengan kerangka yang lebih kuat.

Pembaca umum yang ingin memahami mengapa relasi bisa retak, dan bagaimana membangunnya kembali secara lebih dewasa.

Suara dari Para Praktisi dan Pemimpin

Buku ini tidak hanya terasa kuat di konsep, tetapi juga diakui relevansinya oleh orang-orang yang hidup di dunia organisasi.

Berikut beberapa testimoni nyata dari para pemimpin, praktisi, akademisi, dan tokoh publik yang membaca nilai buku ini dari perspektif yang berbeda-beda.

“Trust bukan aset yang bisa dibeli. Ia dibangun, dijaga, dan ketika terluka harus dipulihkan dengan sungguh-sungguh. Ilmu yang tidak berakar pada pengalaman nyata hanya akan berhenti di kepala, tidak pernah sampai ke hati dan tindakan. Coach Mayangsari berhasil menjembatani riset akademik kelas dunia dengan realitas lapangan secara cair dan membumi. Hearty Service Recovery bukan sekadar teori. Ia adalah peta jalan yang lahir dari pengalaman nyata, data yang sahih, dan hati yang tulus.”

Atok R Aryanto

Atok R Aryanto

Direktur Kubik Leadership | Praktisi Bisnis & Leadership | Penulis | Trainer Konsultan Senior

“Kepercayaan publik pulih saat organisasi memiliki kemampuan, kepedulian dan integritas melalui pelayanan yang empatik, adil, transparan dan responsif. Buku ini menguatkan bahwa prinsip pelayanan sepenuh hati bukan hanya nilai etis, tetapi juga strategi ilmiah untuk membangun kembali legitimasi dan kepercayaan publik.”

Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM.

Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM.

Anggota DPR RI (2024-2029)

“Trust merupakan social capital terpenting dalam pengembangan organisasi. Melalui pendekatan riset yang dalam dan tingginya pengalaman praktis, buku ini mengingatkan bahwa memulihkan organisasi pasca-krisis kepercayaan dilakukan dengan membangun fondasi struktural untuk menguatkan kembali hubungan organisasi yang kokoh.”

Prof. Dr. Nuri Herachwati, Dra.Ec., M.Si., M.Sc.

Prof. Dr. Nuri Herachwati, Dra.Ec., M.Si., M.Sc.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga

“Kepercayaan tidak tumbuh dari kata-kata indah semata, tetapi dari ketulusan yang terasa dalam tindakan. Buku ini membantu kita memahami bahwa memulihkan kepercayaan berarti berani mendengar, mengakui, memperbaiki, dan kembali membangun hubungan dengan lebih jujur. Hearty Service Recovery layak dibaca oleh para pemimpin, pelayan publik, dan siapa pun yang ingin menghadirkan pelayanan yang lebih humanis.”

Hj. Lubenah, S.Ag., M.A

Hj. Lubenah, S.Ag., M.A

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI

“Kepercayaan dibangun setetes demi setetes, hilang dalam satu guyuran. Buku ini adalah panduan untuk mengumpulkan kembali tetesan itu dengan jujur, manusiawi, dan terstruktur. TRUST Framework adalah kompas yang dibutuhkan setiap pemimpin yang ingin memimpin dengan jiwa.”

Jamil Azzaini

Jamil Azzaini

Inspirator SuksesMulia

“TRUST adalah kontrak sosial yang rapuh namun dapat dikonstruksi kembali. Pemulihannya tidak bisa dicapai hanya dengan janji lisan atau sekadar membuka data, melainkan harus diikat oleh ketulusan hati dan kredibilitas penegakan aturan. Hearty Service Recovery bukan hanya karya ilmiah, namun visi strategis yang mencerahkan bagi reformasi birokrasi, penegakan hukum, dan penguatan modal sosial di Indonesia.”

I Gede Eke Djajasaputra, S.T., M.M

I Gede Eke Djajasaputra, S.T., M.M

Corporate Culture Advisor, PT Pamapersada Nusantara

“Membangun kepercayaan harus dengan hati karena butuh proses panjang memakan waktu. Konsisten, jujur, dan sabar adalah pondasi kokoh demi patut dipercaya. Kepercayaan adalah fungsi dari tindakan sekecil apa pun yang terus berulang, bukan sekadar janji yang mudah diucapkan. Buku ini menjawab ihwal membangun kepercayaan itu.”

Prof. Dr. H. Yusuf Arroyyan, Drs., M.Com.

Prof. Dr. H. Yusuf Arroyyan, Drs., M.Com.

Wakil Direktur I - Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

Mulai Perjalanan dari Halaman Pertama

Jika Anda sedang mencari bacaan yang membantu memahami trust recovery dengan lebih utuh, inilah tempat yang tepat untuk memulai.

Hearty Service Recovery bukan tentang membuat organisasi terlihat cepat pulih. Ia berbicara tentang bagaimana sebuah organisasi belajar mengakui luka, membaca akar masalah, lalu membangun kepercayaan kembali dengan cara yang lebih matang, lebih manusiawi, dan lebih bertanggung jawab.